Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2008

Tangisan Ash-Shiddiq Ra Karena Khawatir Terhadap Dunia

. Rabu, 20 Agustus 2008
0 komentar

Dari Zaid bin Arqam bahwa Abu Bakar y meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya. Mereka bertanya, "Apa yang membuat anda menangis seperti ini?" Dia menjawab, "Aku pernah bersama Nabi a, dan beliau menolak sesuatu dari diri beliau seraya berkata, 'Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku.' Padahal aku tidak melihat seorang pun bersamanya. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, aku melihatmu menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat seorang pun bersamamu?' Beliau menjawab,

هذِهِ الدُّنْيَا تَمَثَّلَتْ لِيْ بِمَا فِيْهَا، فَقُلْتُ لَهَا: إِلَيْكَ عَنِّيْ، فَتَنَحَّتْ


'Dunia ini diperlihatkan kepadaku dengan segala isinya, maka aku berkata, 'Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku!' Lalu ia pun menjauh.'

Dunia berkata, 'Demi Allah, jika engkau menjauhi, maka orang-orang sepeninggalmu tidak menjauhiku.' Oleh karena itu, aku khawatir bila dunia tersebut telah sampai padaku. Itulah yang membuatku menangis."*

Yakni, khawatir bila dunia menjadi fitnah baginya setelah berpisah dengan kekasih junjungan kita Muhammad SAW. Tapi sungguh mengherankan, kita berdesak-desakan dan berebutan untuk memperoleh bunga duniawi yang sarat dengan racun, jika matang, maka akan menjadi busuk, jika disimpan, maka akan berkurang, jika kelihatan indah, maka akan menjadi usang, jika didatangkan, maka akan membawa kita kepada kehan-curan. Kita sedemikian rakus terhadapnya, padahal kita tahu bahwa kita tidak mengambil selain yang telah ditentukan dan dituliskan. Sungguh mengherankan, meskipun kita telah men-dapatkan kedudukan, harta, anak dan perhiasan, akan tetapi kematian yang akan datang secara tiba-tiba itu akan menjadi-kan manusia tidak memiliki apa-apa hingga pakaian, sepatu, kembali, atau harapan sekalipun. Allah Mahatahu tentang ke-adaan ahli waris, apakah ia orang yang suka berinfak dan meng-gunakan harta peninggalan orang tuanya untuk kebaikan atau keburukan. Sungguh benar-benar celaka orang-orang yang kemauannya hanyalah dunia yang fana ini, yang seandainya dunia ini kekal bagi seseorang, niscaya dunia ini paling layak buat Nabi kita Muhammad SAW.

CATATAN KAKI:

* Lihat, al-Hilyah, 1/ 30

Klik disini untuk melanjutkan »»

JA’FAR BIN ABI THALIB (Yang Bersayap)

.
0 komentar

Alangkah indahnya Surga dan betapa dekatnya
Segar dan dingin air minumnya
Tentara Rumawi telah dekat kehancurannya
Jika bertemu dengannya, niscaya aku hancurkan mereka


Syair-syair itulah yang disenandungkan Ja’far ketika menyerang dari atas kuda yang berambut pirang, ia bertempur dan berjuang sehingga terbunuh dalam peperangan Mu’tah.

Ibnu Hisyam bertutur, "Diceritakan kepadaku oleh seseorang yang sangat terpercaya dan termasuk ahli ilmu bahwa Ja’far bin Abi Thalib membawa bendera perang dengan tangan kanannya, kemudian mendapat sabetan pedang hingga putus, lalu dia membawa bendera itu dengan tangan kirinya, tangan kirinya juga terkena tebasan pedang hingga putus. Kemudian bendera itu ia dekap dengan kedua lengan atasnya sehingga beliau ra terbunuh."

Ketika itu beliau berumur 33 tahun. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua buah sayap, beliau terbang di dalam Surga ke mana saja beliau mau.
Ada seorang perawi yang bertutur, "Seorang lelaki bangsa Rumawi menebaskan pedang ke arah Ja’far sehingga tangannya terputus setengah."*

Sedangkan Ibnu Umar berkata, "Pada hari pertempuran di Mu’tah itu aku dekap tubuh Ja’far dan aku temukan lebih dari 40 luka karena tusukan panah dan sabetan pedang mengenai bagian depan tubuhnya."

Sementara itu Nabi Muhammad saw bersabda: "Aku lihat Ja’far bin Abi Thalib di dalam Surga seperti malaikat, terbang di dalamnya dengan sayap lebar yang berlumur darah."

NB:

* As-Sirah an-Nabawiyah[i/], Ibnu Hisyam, 4/72
** As-Siyar, 1/210.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com